Sandiaga: Kita Tidak Semena-mena

Placeholder
Nasional

Jakarta - Bertempat tinggal di bantaran kali, warga Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara mengaku khawatir dengan isu penggusuran juga akan menimpa wilayahnya.

Kekhawatiran itu kemudian disampaikan langsung kepada Cawagub Sandiaga Uno saat mengunjungi mereka pada Rabu (11/1).

Mengenakan kemeja biru, Sandi mengakui akan mencari solusi terbaik atas isu penggusuran yang ada di Jakarta. Karenanya, pendekatan yang akan dilakukan atas isu penggusuran adalah melalui musyawarah.

"Kita cari solusinya agar tidak asal gusur. Manya bagaimana, kami akan mengajak masyarakat untuk berdiskusi dan mencari solusi," terang Sandi.

Penggusuran, bagi Sandi, justru telah memecah belah masyarakat. Karwnanya, mantan ketua HIPMI ini berkomitmen menghadirkan persatuan kembali di Jakarta.

"Kita ingin warga bersatu dan tidak terpecah belah. Kita berkomitmen tidak menggusur secara semena-mena," tegas Sandi.

Pernyataan Sandi ini sejalan dengan Anies Baswedan sebagai pasangannya dalam pilkada Jakarta 2017. Dalam berbagai kesempatan, Anies selalu menekankan akan melakukan moratorium semua titik rencana penggusuran di Jakarta.

"Semua rencana harus dilakukan dengan musyawarah. Jika bisa ditata ulang atau istilahnya urban renewal, maka tidak perlu menggusur. Sekalipun harus pindah, maka akan diberikan ganti untung dan jaminan hidup di tempat baru," ujar Anies di beberapa kesempatan wawancara dengan awak media.

Selain menyerap aspirasi, kunjungan Sandi di Kebon Bawang merupakan langkah sosialisasi atas program kerja unggulan yang akan dibawanya dalam membangun Jakarta.

Sandi berkomitmen atas tiga fokus utama yaitu penyediaan lapangan kerja, harga bahan pokok yang terjangkau dan pendidikan yang berkualitas, tuntas serta gratis bagi warga Ibukota.



Warta Sejenis

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!